Abege amoy di mal

Malem sabtu kemaren aku iseng ja browsing ke mal. Karena dah laper, aku menuju salah satu resto yang ada di mal. Didepan resto itu pandanganku tertuju pada seorang abege, amoy lagi, sedang membungkuk di pegangan pinggir lantai, memandang ke bawah. Dia pake t shirt ketat dan celana pendek saja. Dari samping gak keliatan toketnya besar gak, tapi pahanya mulus banget, putih lagi, maklum deh amoy. aku tertarik untuk mendekati. Aku ikutan membungkuk di dipegangan itu, “ngeliatin apa si”. Dia menoleh, woo cantik nian, matanya sipit, hidungnya mancung dan bibirnya mungil memberikan senyum manisnya kepada aq. “Nunggu temen, om”. “Mangnya janjian ya”. “Iya katanya mo nonton, tapi dah jam segini gak nongol juga, kesel deh Memey”. “O namanya Memey toh, kenalin”, kataku memperkanalkan diri sambil mengulurkan tangan. Dia menjabat tanganku. “Iya om, aku Memey”. Tangannya tak kulepaskan malah dengan jari telunjukku kukilik telapak tangannya yang sedang kujabat itu. “Ih, si om iseng deh”, katanya sambil tetap tersenyum. Karena dia menghadap ke aku, aku bisa melihat bentuk toketnya, masih imut, mungkin umurnya masi muda. “Sekolahnya kelas berapa”. “Kelas 1 om”. “Wah abege banget. Dah temennya gak dateng kali, ikutan makan yuk, aku laper nih”, kataku sambil menggandeng tangannya menuju ke resto. Dia ngikut aja. Sambil makan, dia kuguyoni. “Nunggu temen cowok ya”. enggak kok om, cewek”. “Kok nonton ma cewek, mana asik?” “Kan cuma mo nonton om, mangnya di bioskop mo ngapain pake asik segala”. “Ya nonton sembari….”, kataku sambil memutuskan ucapanku, aku pengen liat reaksinya gimana. “Sembari apaan om”, aku berhasil membuatnya penasaran. “Sembari ngapain ya kalo dibioskop”. “Ya nonton lah om, emangnya om kalo nonton sembari ngapain”. “Tergantung temen nontonnya”. “Kok tergantung temen nonton, kan ke bioskop mo liat filmnya”. “Iya, tapi kalo ditemeni abege secantik Memey, jadi gak merhatiin filmnya deh”. “abis merhatiin apa?” “Ya merhatiin kamu lah, abis kamu cantik banget”. “Ih om gombal deh, Memey biasa aja kok”. “Temen kamu gak dateng, trus nonton ma aku mau gak?” “Tapi nonton ya om, gak yang lain”. “Tapi nontonnya ditempatku”. “Kok ditempat om”. “Biar private nontonnya, berdua aja, mau gak”. “Mangnya mo ngapain om berdua aja”. “Ya bisa sembari ngobrol, makan minum”. “Kan sekarang dah makan minum, mangnya om masi laper”. “Ya enggak makan berat kaya gini, makanan ringan lah”. “Kapuk kali ringan”. “Mau gak nonton ditempatku”. “Mangnya om punya film apa?” “Filmnya asik lah pokoknya, mau ya”. “Rumah om jauh gak?” “Napa, besok kan libur skolah kan, pulang maleman gak apa kan, ato pulang pagi aja sekalian biar gak masuk angin”. “Maunya, ntar gak masuk angin tapi kemasukan yang laen lagi”. “Mangnya perna kemasukan yang laen?” Dia diem aja. “Ma cowoknya ya”. “Gak tau ah, om kok nanya gituan sih”. “Kan tadi kamu yang bilang kemasukan yang laen. dah pernah ya kemasukan yang laen, nikmat kan?” Dia diem aja lagi. “Nikmat kan kalo kemasukan”. “Gak tau ah”. Aku membayar makanannya dan mengajaknya keluar resto. “Ketempatku ya”. “Tapi jangan dimsukin ya om”. “Napa, kan enak kalo dimasukin”. “ak ah, takut”. “Udah pernah aja kok takut si”. “Sok tau, kata siapa Mey-Mey dah perna kemasukan”. “Ya nebak aja, udah pernah kan, kayanya si udah”. “Gak tau ah”. Aku menggandengnya ke baemnet menuju ke mobilku. Dia tidak menolak waktu kuajak masuk mobil, kemudian mobil meluncur meninggalkan basement mal menju ke apartmenku. “Kok ke apartmen? Om tinggak disini ya”. “Iyalah”. Dari basement apartment, dia kugandeng ke lift dan lift meluncur menuju lantai 35. Dia nurut saja ketika kugandeng keluar lift menuju ke apartmentku.

Continue reading “Abege amoy di mal”

Malem Tahun Baru

Ketika malam taon baru kemaren aku kebetulan berada di Bali, sekalian menyelesaikan kerjaan kantor, aku melewatkan pergantian taon disana sekalian bersama teman2ku. Penuh sesak deh tempat dimana aku berada. Gelak tawa, soraksorai dan peluk cium menandai momen pergantian taon, aku ikutan larut dalam gegap gempita yang terjadi. Kebetulan ketika itu aku berada dekat 4 orang abege yang ceria banget. Aku kebagian melukin mereka satu
persatu, mereka juga gak perduli siapa aku, pokoknya begitu count down menjelang jam 12 tengah malam selesai, siapapun yang berada deket kita bole ja dipeluk sambil ngucapin slamet taon baru.

Setelah suasana riuh mereda, kami pun berkenalan. Mereka ber4, Sintia, Ayu, Dina dan Inez, ngajakin aku pindah ke table mereka, ngobrol ngalor ngidul ja sambil minum minum, Kuliat minuman mereka ada yang beralkohol ada yang tidak, aku ndiri minum sedikit alkohol saja supaya bisa tetep seger tanpa pengaruh alkohol. Makin malem, suasana makin memanas aja, mereka udah pada joget2 diiringi lagu2 progressive, sementara aku cengar cengir ja ngeliatin kelakuan 4 abege yang makin liar. Menjelang subuh mereka beranjak mo pulang, saat itu aku mencoba untuk menahannya. “Masih sore gini mo pada kemana, mending juga kita cari tempat yang lebih private untuk berasik ria. Ada temen2 ku yang siap berasik ria kalo kalian minat.” Mereka ber4 saling berpandangan. “Gimana, pada minat gak”, tanya Sintia, sepertinya dia yang menjadi kepala geng mereka ber4 pada teman2nya.

Continue reading “Malem Tahun Baru”

Tugas Kuliah dan Mahluk Ajaib

Nama gue Doni dan nama gue maupun tokoh yang ada di cerita gue ini 100% adalah nama samaran. Akan tetapi kejadian ini adalah pengalaman gue dan tokoh yang ada di dalamnya. Gue mau ceritakan pengalaman gue waktu kuliah disebuah kota di jawat timur yg terkenal karena apelnya. Kejadiannya kurang lebih 10 tahun yang lalu, gue inget kisah ini gara2 gak sengaja ikut grup fb alumni dan ybs nge-add pertemanan dan kami bercerita kejadian yang lalu. Cerita ini dimulai waktu gue menginjak semester 9. Saat masa2 akhir kuliah gue di kota apel ini. Gue ini tergolong mahasiswa kadaluarsa, yang baru lulus 5++ tahun di kampus yang isinya ‘calon’ engineer semua.

Continue reading “Tugas Kuliah dan Mahluk Ajaib”

Siswi SMA yang Nakal

Namaku adalah Andi (bukan nama yang sebenarnya), dan aku kuliah di salah satu universitas swasta di Bandung. Aku berasal dari luar daerah dan aku tinggal di kost. Aku pun termasuk orang yang berada, serta sangat menjalankan keagamaan yang kuat. Apalagi untuk mencoba narkoba atau segala macam, tidak deh.

Kejadian ini bermula pada waktu kira-kira 4 bulan yang lalu. Tepatnya hari itu hari Selasa kira-kira jam 14:12, aku sendiri bingung hari itu beda sekali, karena hari itu terlihat mendung tapi tidak hujan-hujan. Teman satu kostan-ku mengatakan kepadaku bahwa nanti temanya anak SMU akan datang ke kost ini, kebetulan temanku itu anak sekolahan juga dan hanya dia yang anak SMU di kost tersebut.

Continue reading “Siswi SMA yang Nakal”

Gairah panas pasienku

Sudah masuk tahun ketiga aku buka praktek di sini semuanya berjalan biasa-biasa saja seperti layaknya praktek dokterr umum lainnya. Pasien bervariasi umur dan status sosialnya. Pada umumnya datang ke tempat praktekku dengan keluhan yang juga tak ada yang istimewa. Flu, radang tenggorokan, sakit perut, maag, gangguan pencernaan, dll.

Akupun tak ada masalah hubungan dengan para pasien. Umumnya mereka puas atas hasil diagnosisku, bahkan sebagian besar pasien merupakan pasien “langganan”, artinya mereka sudah berulang kali konsultasi kepadaku tentang kesehatannya. Dan, ketika aku iseng memeriksa file-file pasien, aku baru menyadari bahwa 70 % pasienku adalah ibu-ibu muda yang berumur antar 20 – 30 tahun. Entah kenapa aku kurang tahu.

Continue reading “Gairah panas pasienku”

Cerita Sex Polwan yang Manis

Cerita Sex Polwan yang Manis, Kisah ini terjadi sekitar 2001 an, saat aku masih kuliah sambil cari kerja sampingan buat biaya kuliah. Kebetulan ada temen ibuku yang punya warnet di kota ini, jadi aku kerja nungguin warnet. Shift jaga biasanya malam, mulai jam 7 sampe jam 12 malam. Tapi kadang-kadang gentian sama teman-teman yang lain, tergantung situasi lah. Cerita sex terbaru dan terlengkap hanya ada di sexceritadewasa.com.

Saat itu aku jaga warnet malem sendirian, harusnya sih berdua, tapi biasa lah ada aja alesan untuk ngilang. Yang heran, tumben warnet sepi banget (padahal tahun2 segitu saat orang jarang punya modem sendiri, warnet ndak pernah sepi lho). Jadinya aku santai-santai sambil browsing materi kuliah, sambil slonjor-slonjor dan nyamil kacang.

Continue reading “Cerita Sex Polwan yang Manis”

Gadis Jamu Gendong

Perkenalkan Pembaca , nama saya Roger, umur 28 tahun, tinggi 180 cm, wajah keren abis. Akibat semua pesona cowok saya punya, saya jadi doyan plesir dan gonta-ganti pacar. Memang secara materi saya sudah memiliki usaha sendiri dari warisan orang tua yang berkembang dengan permodalan asing, mobil dan rumah juga sudah memiliki.
Pengalaman saya bermula dari ketika pertama kali saya membeli rumah disebuah kawasan elit di perbukitan. Memang tetanggaku tidak begitu banyak dan rata-rata adalah bisnisman yang meninggalkan rumah di pagi hari hingga menjelang malam. Hari itu tidak seperti biasanya, setelah semalaman saya berkaroke ria dengan client-client perusahaan, dengan agak sedikit sakit kepala , saya mulai bangun dan melihat jam dinding kamar. Astaga , ternyata sudah pukul 09.30, iya sudah, sudah kepalang tanggung saya memutuskan untuk berangkat agak siangan saja. Sambil berjalan ke depan dari depan pagar hidup tiba-tiba melintas didepan saya dengan segarnya seorang cewek yang cantik dengan menggendong jamu sambil berteriak : “ Jamu, jamu mas, biar awet muda dan seger terus”, dia mulai menjajakan jualannya. Saya menjadi terpana melihat bakul jamu ini, wajahnya cantik seperti umurnya belum 18 tahun, body menggairahkan dengan pakaian khas jawa, tapi dadanya menggunung dengan ukuran 37 lah. Sepontan saya memanggilnya :
“ Mau Mbak jamunya”. Si Mbak dengan senyum manisnya memasuki pagar halamanku dan duduk mendekatiku.
“ Mau yang mana Mas? Ada Kunir Asam, beras kencur, temu lawak”.
“Apa aja yang manis dan tidak pahit” .
Tiba-tiba si Mbak menyeletuk : “ Kalo pahit lihat saya saja Mas, nanti jadi manis”. Wah berani juga si Mbak menggoda pikirku, saya mulai mengamati si Mbak ini dengan lincahnya memindah botol jamunya, tiba-tiba ketika membusungkan badan, jantungku berdesir kencang, pagi-pagi uda dapat pemandangan yang indah, ternyata si Mbak jamu tidak memakai BH sama sekali dan hanya Continue reading “Gadis Jamu Gendong”

Nana – Pacar Rekan Kerja

Ini adalah kisah nyata yang terjadi hari ini tadi. Dimana harusnya hari ini aku bersama rekan2 sekantor pergi ke Trawas untuk acara rapat tahunan, tapi berhubung 2 hari terakhir harus lembur pulang malam sambil hujan2an. Aku absen tidak hadir untuk tahun ini. Akhirnya aku bisa bebas bangun sampe jam 9 pagi tadi. Dirumah juga lagi sepi, istri dan anak udah pulang kampung sejak H-1 Natal kemarin. Ada rencana aku menyusul pulang kampung juga siang tadi, berhubung terjadi suatu peristiwa yang tak disangka. Akhirnya jadwal pulang kampung ke tunda besok pagi.

Jadi begini ceritanya. seperti hari2 biasanya, bangun pagi aktifitas awal yang aku lakukan sebelum masuk ke kamar mandi adalah menekan tombol power di PC. untuk melihat mailbox dan cek beranda untuk melihat update rekan2 yang berangkat ke Trawas yang jadwalnya berangkat jam 6 pagi. mailbox cuma isi spam dan iklan2 ga jelas, langsung cek beranda eh ternyata rekan2 yang berangkat belum ada yang update. Akhirnya ku tinggal untuk aktivitas rutin pagi dan mandi.

Continue reading “Nana – Pacar Rekan Kerja”

Nafsu Birahi Gadis-gadis Pecinta Alam

Kejadian ini terjadi pada waktu aku melakukan pendakian gunung Lawu bersama teman-temanku. Lokasiku saat itu berada dekat base camp pertama kearah pendakian gunung Lawu. Aku sedang beristirahat sendirian disini. Tadi malam aku bersama teman-temanku 5 orang sudah melakukan pendakian menuju puncak Lawu dan telah berhasil mencapai puncak Lawu jam 6 pagi tadi.

Sekarang dalam perjalanan pulang, sementara teman-temanku sudah pada turun gunung semua. Kuputuskan untuk beristirahat sebentar di base camp pertama ini sambil mendirikan tenda, biar nanti agak sorean aku turun sendiri menuju pos kami yang dekat dengan rumah penduduk sekitar gunung Lawu ini.

Continue reading “Nafsu Birahi Gadis-gadis Pecinta Alam”

Gara-gara di hukum

Waktu masih sekolah, aku sekolah di satu sekolah yang berada di kompleks perumahan. Aku juga heran kok yayasan sekolahku bisa dapet ijin membangun sekolah dikompleks perumahan bgitu, padahal setau aku ketika akan dibangun warga setempat protes keras atas pembangunan itu. Mungkin pihak yayasan duitnya kuat dan mental pejabat pemberi jin membangun bgitu bobroknya sehingga semua bisa dibeli dengan uang, sekolah itu tetep dibangun dan sudah berjalan sekian taun. Seperti biasa warga slalu dikalahkan oleh negara, dalam arti bgitu ijin diberikan ya warga tidak punya kekuatan apa2 untuk protes. Memang si keberadaan sekolah itu sangat mengganggu aktivitas warga setempat, Pada saat jam masuk dan jam pulang, jalan sempit didepan sekolah slalu penuh dengan mobil antar jemput sehingga warga pada saat itu sulit keluar atau menuju kerumahnya sendiri.

Tapi ya biarlah, itu bukan urusanku, yang penting aku diskolahkan disitu dan belajar disitu. sekolah ku itu berada diastu jalan buntu, sepanjang jalan itu ada 7 rumah yang berhadapan dengan sekolah ku. Ada rumah yang besar banget, kayanya tanahnya merupakan 2 kapling yang dijadikan satu dan rumah yang standard. Yang besar bertingkat sedang yang biasa ada yang bertingkat ada yang tidak. Warga sudah menyesuaikan diri dengan kesibukan sekolah sehingga pada saat aku datang dan pulang sekolah tidak terlihat warga setempat yang berkeliaran kecuali para prt dan satpam.

Continue reading “Gara-gara di hukum”